Menepis Pesimistis
Pesimis itu datang dari hasutan setan, yang menembus
pikiranmu karena benteng (harapan dan keyakinan) mu pada Tuhan sedang mengerdil
dan kehilangan jejaknya. Jangan teruskan dan bilang pada dirimu stop negative thinking
pada diri sendiri. Karena justru hal itu (pesimistis) akan menggerogoti jiwa,
dan merambat ke jasad kemudian melemahkan raga dan angan.
Semua faktor muncul dari dalam (diri) dan luar (diri). Dari
dalam diri biasanya, keengganan untuk mempercayai kekuatan yang telah dititipkan
Tuhan kepadanya, jera akan pengalaman yang telah dilakukannya, dan merasa ndak
mampu untuk come back. Sedangkan masalah
yang muncul dalam dirinya itu berkaitan dengan orang-orang sekitar, kondisi
lingkungan, dan tekanan yang menimpanya dari berbagai sisi, entah itu batinyya
atau dhahirnya.
Bukan berarti manusia tidak pernah pesimis dalam
hidupnya, hanya saja sebagai manusia yang dicipta yang memiliki banyak potensi
kebaikan yang dianugerahkan olleh Tuhan, hendaklah bisa kita maksimalkan
kelebihan itu. Karena setiap manusia memiliki kelebihannya masing-masing, dan
tidak sama antara satu orang dan orang lain. Corak berpikir, bertindak dan
mengahadapi sesuatu antara satu orang dengan orang lain itu tak sama.
Pertama, kita harus menyadari bahwa kita adalah makhluq
yang dicipta Tuhan serta dipercaya mampu mengemban amanah hidup ini. Mungkin Tuhan
menguji kita dengan kekalahan dan kegagalan. Tetapi Tuhan juga telah
menakdirkan serta mencipta jalan keluarnya untuk kita menang pada akhirnya. Jalan
itu adalah optimis, yakni percaya pada diri sendiri bahwa kita masih ada yang
berkenan membantu, siapa lagi kalau bukan Tuhan (Allah) yang membantu.
Kedua, kita punya keluarga dan teman yang sudi untuk
membantu dan meringankan keluh kesah kita, saat kita berbincang” dengannya. Menyalurkan
aspirasi dan mencari solusi bersama akan aktivitas kita selanjutnya.
Ketiga, kamu punya Tuhan, yang Tuhan itu namanya Allah,
yang mengetahui masa depanmu, mengetahui hatimu, mengetahui kerja kerasmu, ia
akan membayarnya dengan harga yang pantas. Syaratnya kamu harus megikutkan
Allah pada setiap amal usahamu, mulai dengan menyebut namaNya, dan akhiri
dengan kalimat untuk memujiNya. Insyaalah ketika Tuhanmu kau buat tersenyum,
maka minta apapun kamu akan diiyakan (isnyaallah).
Komentar
Posting Komentar