Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Membangun Manusia Pancasila

MEMBANGUN MANUSIA PANCASILA Menyoal Pancasila, pikiran saya terbawa pada situasi dan kondisi dimana kota Madinah yang dapat berkompromi dalam sebuah kesepakatan tunggal dibawah pijakan Piagam Madinah meski masyarakatnya dihuni oleh berbagai macam kalangan dan mayoritas berbeda keyakinan. Lalu soal siapa figur yang merepresentasikan Pancasila dalam artian memandang kebinekaan sebagai kekuatan dan bukan perpecahan adalah Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Mutholib dari Bangsa Quraisy sebagai peletak dasar Piagam Madinah. Menurut pandangan saya bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang toleran, menghargai perbedaan dan mengarusutamakan asas kesepakatan yang telah disetujui bersama. Hal ini dapat kita lihat pada dimensi hidup Rasulullah ketika berdampingan dengan Yahudi, Nasrani maupun Majusi dan aliran kepercayaan lainnya di Madinah. Pancasila (lima dasar) sebagai identitas dan ideologi sebuah bangsa, saya rasa inheren dengan piagam madinah tempo dulu. Sehingga, tak berlebihan jika sa...

no simis

Menepis Pesimistis Pesimis itu datang dari hasutan setan, yang menembus pikiranmu karena benteng (harapan dan keyakinan) mu pada Tuhan sedang mengerdil dan kehilangan jejaknya. Jangan teruskan dan bilang pada dirimu stop negative thinking pada diri sendiri. Karena justru hal itu (pesimistis) akan menggerogoti jiwa, dan merambat ke jasad kemudian melemahkan raga dan angan. Semua faktor muncul dari dalam (diri) dan luar (diri). Dari dalam diri biasanya, keengganan untuk mempercayai kekuatan yang telah dititipkan Tuhan kepadanya, jera akan pengalaman yang telah dilakukannya, dan merasa ndak mampu untuk come back. Sedangkan masalah yang muncul dalam dirinya itu berkaitan dengan orang-orang sekitar, kondisi lingkungan, dan tekanan yang menimpanya dari berbagai sisi, entah itu batinyya atau dhahirnya. Bukan berarti manusia tidak pernah pesimis dalam hidupnya, hanya saja sebagai manusia yang dicipta yang memiliki banyak potensi kebaikan yang dianugerahkan olleh Tuhan, hendaklah...