Azas kebebasan sebagai sebuah prinsip telah menjadi perbincangan yang amat sangat rumit dan luas, apalagi ketika dikaitkan dengan isu agama, kekuasaan dan ideologi lainnya. Mengingat setiap pikiran memiliki gagasan sendiri-sendiri ( likulli ro’sin ro’yun ) mengenai apa yang dimaksud kebebasan, dan juga kecenderungan sikap (akal) dan rasa (naluri) bagi seseorang akan turut serta terlibat dalam pengambilan keputusan terhadap kecenderungan ideologis semacam itu. Manusia begitu kompleks, heterogen dan cenderung emosional, sehingga mereka membutuhkan kebebasan untuk lebih luas mengekspresikan diri dan kemauannya. Entah itu sebagai sikap ingin memanjakan dirinya atau memang itu (kebebasan) dianggap sebagai unsur pembentuk kebaikan-kebaikan yang lebih universal, baik dalam komunitas maupun negara. Islam sendiri memandang kebebasan ( hurriyyah/liberty ) sebagai sebuah kemerdekaan ( ...